Sabtu, 23 Februari 2013

Sigit Budiarto, Sang Pencetak Prestasi dan Atlet Andal



 








Prestasi sebagai olahragawan tak hanya terbatas di lapangan pertandingan saja. Lihat saja Sigit Budiarto yang hingga kini masih terus berdedikasi di dunia olahraga bulu tangkis. Selain sukses mencetak skor sebagai pemain bulu tangkis, ia juga sukses mencetak para generasi atlet yang baru.

Pria kelahiran Yogyakarta ini, memulai karirnya pada usia 10 tahun. Dari tahun ke tahun, Sigit meraih banyak gelar juara yang fenomenal. Sederet prestasi yang pernah ia dapatkan adalah Juara I di Kejuaraan Dunia 1997, Piala Thomas pada tahun 1998 hingga 2002, All England 2003, China Open 2004, Malaysia Open 2005, Singapore Open 2006 dan masih banyak lagi.

Meskipun pernah ditimpa sebuah kasus dopping yang membuatnya terpukul dan hampir meruntuhkan puncak karirnya, Sigit kembali bangkit dan menginjakkan kakinya di lapangan bulu tangkis. Senjatanya hanya satu, yaitu mental sebagai seorang juara.

Dari begitu banyak turnamen yang pernah ia ikuti, kejuaraan dunia pada tahun 1997 di Skotlandia merupakan turnamen yang paling mengesankan. Berkat kualitas permainan yang sangat baik dan kerja sama yang solid dengan Candra Wijaya, Sigit berhasil menempati peringkat pertama.

Sigit tak hanya dipasangkan dengan Candra Wijaya, tetapi juga dengan Tri Kusharjanto pada tahun 2004, Flandy Limpele pada tahun 2006 dan Fran Kurniawan pada tahun 2007. Bersama dengan rekan-rekan atlet yang handal, Sigit berhasil masuk ke dalam daftar pemain legenda Indonesia.

Kecintaannya terhadap bulu tangkus tak pernah pudar. Hal itu terbukti dari dedikasi Sigit yang kini berprofesi sebagai pelatih untuk tim nasional Indonesia. Pemain didikannya adalah pasangan ganda Arya Maulana-Edi Subaktiar yang berhasil menjadi juara Asia Yunior 2012 dan Kevin Sanjaya-Rafiddias Akhdan Nugroho yang meraih prestasi tertinggi di ajang Kejurnas Taruna 2012.

Saksikan kisah perjuangan Sigit Budiarto yang inspiratif hanya di program Kita Bisa, hari Minggu, 24 Februari 2013, pukul 10.00 hanya di Kompas TV.

0 komentar:

Posting Komentar